jump to navigation

TUGAS PERILAKU KONSUMEN October 20, 2010

Posted by yudhaaduy in Uncategorized.
trackback

PENGERTIAN PERILAKU KONSUMEN

PENDAHULUAN

Perilaku Konsumen

Konsumen akan selalu melakukan kegiatan konsumsi, dimana dalam kegiatan konsumsi tersebut akan ada sesuatu yang diinginkan yaitu utilitas. Konsumen akan berusaha mendapatkan utilitas dari setiap kegiatan konsumsi yang dilakukan. Bahkan, konsumen akan berusaha agar utilitas yang diperoleh adalah utilitas maksimum. Utilitas maksimum adalah suatu kegiatan konsumsi konsumen dalam mencapai keseimbangan pasar, yaitu besar pengorbanan yang dikeluarkan sama atau sebanding dengan utilitas yang didapat dari barang yang dikonsumsi. Oleh karena itu, utilitas maksimum sering disebut keseimbangan konsumen.

Utilitas maksimum dalam mengonsumsi atau menggunakan barang dan jasa dapat diidentifikasi dengan tiga pendekatan, yaitu pendekatan kardinal (utilitas konsumen dapat diukur dengan angka) denngan menggunakan konsep Marginal Utility (MU), pendekatan ordinal (utilitas konsumen dapat dinyatakan melalui tingkatan-tingkatan utilitas dari tingkat rendah ke tingkat tinggi) dengan menggunakan konsep indifference curve (konsep kurva indiferen), dan garis anggaran (budget line).

PEMBAHASAN

Hubungan Faktor Produksi (input) dan Produk (output)

Bagan 2.1, tersebut menunjukan bahwa suatu produk bergantung pada proses produksi yang dilaksanakan, sedangkan proses produksi bergantung pada faktor produksi yang masuk ke dalamnya. Artinya, nilai produk yang dihasilkan tersebut bergantung pada nilai faktor produksi yang dikorbankan dalam proses produksinya. Keterkaitan antara nilai produk (output) dan nlai faktor produksi (input) dalam proses produksi disebut fungsi produksi. Secara sistematis, hubungan antara produksi dan produk dapat dituliskan:

Q=f(P)

Keterangan:

Q    = jumlah produk yang dihasilkan

F      = fungsi

P     = faktor produksi yang masuk dalam proses produksi

 

Aliran barang dan jasa

Aliran uang

Bagan 2.2 menyajikan model visual perekonomian yang disebut diagram aliran sirkuler (circular flow diagram). Dalam model ini perekonomian memiliki dua tipe pembuat keputusan, yaitu rumah tangga dan perusahaan. Perusahaan memproduksi barang dan jasa dengan menggunakan berbagai masukan (input), seperti tenaga kerja, tanah, modal (bangunan dan mesin). Masukan ini disebut faktor produksi. Rumah tangga memiliki faktor produksi dan mengonsumsi semua barang dan jasa yang diproduksi perusahaan tersebut.

Aliran sirkuler diagram adalah gambaran skematik organisasi perekonomian. Keputusan dibuat oleh rumah tangga dan perusahaan.

Rumah tangga dan perusahaan berinteraksi di dua jenis pasar. Di pasar barang dan jasa, rumah tangga merupakan pembeli dan perusahaan merupakan penjual. Khususnya, rumah tangga membeli barang dan jasa yang diproduksi perusahaan. Di pasar faktor produksi, rumah tangga merupakan penjual dan perusahaan merupakan pembeli. Di pasar ini, rumah tangga menyediakan masukan yang digunakan perusahaan untuk memproduksi barang dan jasa. Diagram aliran sirkuler memberikan cara yang sederhana untuk mengorganisasikan semua transaksi ekonomi yang terjadi antara rumah tangga dan perusahaan dalam perekonomian.

Garis panah bagian dalam diagram aliran sirkuler (Bagan 2.2), menggambarkan aliran barang dan jasa antara rumah tangga dan perusahaan. Rumah tangga menjual kegunaan dari tenaga kerja, tanah, dan modal mereka kepada perusahaan di pasar, sebagai faktor produksi. Kemudian, perusahaan menggunakan faktor-faktor ini untuk memproduksi barang dan jasa yang hasilnya dijual di pasar kepada rumah tangga, sebagai barang dan jasa. Dengan demikian, faktor produksi mengalir dari rumah tangga ke perusahaan dan barang dan jasa mengalir dari perusahaan ke rumah tangga.

Garis panah bagian luar diagram aliran sirkuler (Bagan 2.2), menggambarkan aliran yang berhubungan dengan uang. Rumah tangga membelanjakan uang untuk membeli barang dan jasa dari perusahaan. Perusahaan menggunakan sebagian penerimaan dan penjualan ini untuk membayar faktor-faktor produksi, seperti upah untuk pekerja mereka. Sisanya adalah laba untuk pemilik perusahaan. Di lain pihak pemilik perusahaan sendiri adalah anggota rumah tangga. Dengan demikian, pengeluaran untuk barang dan jasa mengalir dari rumah tangga ke perusahaan, dan pendapatan dalam bentuk upah, sewa, dan bunga, mengalir dari perusahaan ke rumah tangga.

Diagram aliran sirkuler adalah satu model sederhana dari perekonomian. Diagram tersebut melepaskan berbagai bagian (detail) yang untuk beberapa tujuan adalah penting. Model aliran sirkuler yang lebih kompleks dan realistis akan mencakup peran pemerintah dan perdagangan internasional. Namun, bagian-bagian ini tidak begitu penting untuk pemahaman dasar bagaimana perekonomian diorganisasi karena kesederhanaannya. Diagram aliran sirkuler berguna untuk diingat ketika berpikir tentang bagaimana unsur-unsur perekonomian dibangun bersama. (Ang)

PENUTUP

 

Demikianlah pembahasan makalah ini dibuat, semoga bermanfaat buat kita semua, sehingga bisa menjadi pelajaran membuat makalah.

DAFTAR PUSTAKA

http://dinata-online.co.cc/2009/01/perilaku-konsumen-dan-perilaku-produsen-dalam-kegiatan-ekonomi

 

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: